Weird
Sejak kecil aku terbiasa dengan label "si anak aneh" yang diberikan lingkungan kepadaku. Aku punya kebiasaan yang tidak seperti kebanyakan anak biasanya, jika aku berada di taman aku akan membawa diriku untuk bermain bersama pasir tanpa anak-anak lainnya, jika aku berada di pesta aku akan membawa minuman ku dan duduk mendengarkan musik dengan earphone di satu sudut kursi, jika aku berada di cafe aku akan duduk sambil merenung tanpa bicara.
Aku lebih senang untuk berdiam diri. Di rumah kegiatan favorite ku adalah memasang musik dengan speaker dan mengurung diri di kamar sambil menutup semua sumber cahaya, mama selalu komplain tentang kebiasaan itu. Saat bicara dengan orang lain aku terbiasa untuk mendengar dan hanya sesekali bicara itu pun hanya untuk melakukan pengulangan, tidak ada yang istimewa dengan ku. Seringkali banyak orang tidak tahan melihat sikap ku yang terkesan lama, banyak berpikir dan membosankan. Terjebak dalam situasi seperti itu biasanya aku akan tersenyum dan berlalu tanpa kata pembelaan karena aku tidak terbiasa untuk membela. Di sekolah, aku termasuk siswi yang pendiam dan terkesan malas bertanya. Tidak ada seorang pun yang mengerti jalan pikiran ku termasuk keluarga ku dan aku terbiasa dengan hal itu, tidak gampang untuk mengerti apa yang akan ku lakukan dan aku inginkan.
Beberapa hari ini seseorang bertanya mengapa aku seperti ini dan seperti biasa aku hanya tersenyum dan berlalu tanpa kata karena aku juga bingung. Aku bukan tidak ingin bertanya hanya saja seringkali aku terjebak dalam pikiran "apa kalimat ku ini berguna bagi orang lain? apa ini penting?" Aku punya pemikiran sendiri saat tidak bertanya, bukan karena aku malas melainkan karena aku ingin mencari tahu sendiri, aku ingin membacanya dengan mata ku bukan hanya mendengar perkataan orang. Seringkali aku bertanya-tanya dalam hati "tidak bisakah kalian menunggu sebentar saja agar aku bisa berbicara?"
Aku lebih senang untuk berdiam diri. Di rumah kegiatan favorite ku adalah memasang musik dengan speaker dan mengurung diri di kamar sambil menutup semua sumber cahaya, mama selalu komplain tentang kebiasaan itu. Saat bicara dengan orang lain aku terbiasa untuk mendengar dan hanya sesekali bicara itu pun hanya untuk melakukan pengulangan, tidak ada yang istimewa dengan ku. Seringkali banyak orang tidak tahan melihat sikap ku yang terkesan lama, banyak berpikir dan membosankan. Terjebak dalam situasi seperti itu biasanya aku akan tersenyum dan berlalu tanpa kata pembelaan karena aku tidak terbiasa untuk membela. Di sekolah, aku termasuk siswi yang pendiam dan terkesan malas bertanya. Tidak ada seorang pun yang mengerti jalan pikiran ku termasuk keluarga ku dan aku terbiasa dengan hal itu, tidak gampang untuk mengerti apa yang akan ku lakukan dan aku inginkan.
Beberapa hari ini seseorang bertanya mengapa aku seperti ini dan seperti biasa aku hanya tersenyum dan berlalu tanpa kata karena aku juga bingung. Aku bukan tidak ingin bertanya hanya saja seringkali aku terjebak dalam pikiran "apa kalimat ku ini berguna bagi orang lain? apa ini penting?" Aku punya pemikiran sendiri saat tidak bertanya, bukan karena aku malas melainkan karena aku ingin mencari tahu sendiri, aku ingin membacanya dengan mata ku bukan hanya mendengar perkataan orang. Seringkali aku bertanya-tanya dalam hati "tidak bisakah kalian menunggu sebentar saja agar aku bisa berbicara?"
Komentar
Posting Komentar